• Tema : Percintaan Remaja
Cerpen “ Bunga “ (A.S. Sumbawi)
Cerpen “Cerita Tentang Sepasang Bekicot Muda “ (M. Ulil Albab)
Cerpen “ Persemaian “ (Mahwi Air Tawar)
Sinopsis :
Ketiga cerpen di atas menceritakan tentang percintaan yang terjadi di kalangan remaja. Tetapi ketiga cerpen tersebut menceritakan sebuah cinta yang bertepuk sebelah tangan karena salah seorang yang di cintai itu tidak mempunyai rasa yang sama yaitu rasa cinta seperti cerita di dalam cerpen “Cerita Tentang Sepasang Bekicot Muda” dan cerpen “Persemaian”. Selain itu ada juga sepasang kekasih yang saling mencintai, tetapi orang tua dari wanita itu tidak merestuinya karena orang tuanya matre dan akan menjodohkan dengan orang lain yang kaya raya seperti cerita di cerpen “Bunga”.
Cerpen “Bunga” yang menceritakan tokoh aku yang jatuh cinta kepada bunga desa yang bernama Marni. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Marni tidak mencintainya dan Marni hanya mencintai sahabatnya yaitu Antok. Lalu tokoh aku menerima kenyataan itu dengan besar hati dan membantu Marni dan Antok agar bisa bersama menjalin hubungan. Tetapi hubungan Antok dan Marni yang di warnai rasa saling mencintai itu di tentang orang tua Marni. Orang tua marni sangatlah matre, oleh karena itu mereka melarang Marni untuk berhubungan dengan Antok. Dan akhirnya Marni pun dijodohkan dengan duda kaya dari kota.
Sedangkan dalam cerita cerpen “Cerita Tentang Sepasang Bikicot muda” yang menceritakan kedua tokah yang bernama Elba dan Erna. Mereka dua mahasiswa yang berlainan kampus. Erna fakultas kedokteran, sedangkan Elba di Psikologi jurusan spesialisasi psikologi anak. Klop keduanya seperti batang pohon dan air kali yang saling membutuhkan. Satu menangani fisik, satu yang lain menangani kesehatan batin. Dengan seringnya kedekatan mereka, akhirnya Elba jatuh cinta kepada Erna. Tetapi Erna tidak bisa membalasnya karena Erna mulai mencintai suaminya. Dan dua hari lagi Erna dan calon suaminya akan menikah.
Sedangkan dalam cerpen “Persemaian” menceritakan tokoh yang bernama Riyana. Riyana sudah lama jatuh cinta kepada Aji, tetapi Aji pergi enta kemana setelah meninggalnya kekasihnya yang bernama Hasanah. Riyana sedih tergegap, kelopak matanya berkedip-kedip mengikuti irama suara dari seberang.
Komentar saya :
Ketiga cerpen di atas membawahkan cerita yang begitu menarik karena cerita-ceritanya sangat menyentuh dan mengharukan, sehingga dapat menarik perhatian perhatian khususnya para remaja untuk membacanya. Dalam penokohanya, karakter untuk tiap tokoh, dapat diketahui secara langsung dari pengarang yang menguraikan sifat tokohnya secara langsung. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Penulisan bahasa yang runtut, sehingga mudah dipahami pembaca.
• Tema : Agama
Cerpen “ Sebuah Kitab “ (Iman Romanshah)
Cerpen “ Kiai Zami “ (Iwan R.S)
Cerpen “ Perempuan Penunggu hujan “ (Mahwi Air Tawar)
Sinopsis :
Cerpen-cerpen di atas menceritakan tentang ajaran agama islam dan tokoh agama yang di hormati, disegani, di kagumi sehingga menjadi panutan masyarakat seperti dalam cerpen “Sebuah kitab” dan cerpen ”Kiai Zami”. Selain itu ada pula yang menceritakan tokoh yang menjalani hidup dengan ekonomi yang sangat kurang, sehingga mengambil jalan pintas dan keluar dari ajaran agama islam dengan melakukan pesugihan yang seperti di ceritakan dalam cerpen “Perempuan Penunggu Hujan”.
Cerpen “Sebuah Kitab” menceritakan cerita tokoh Gus Syah. dia adalah putra dari Kyai Iman yang paling disegani oleh santri dan masyarakat Karangturi. Keluarga Kyai Iman sangatlah di hormati dan di segani oleh warga kampung Karangturi karena keramahannya dan kefahamannya tentang ilmu agama islam. Tiba-tiba di malam hari datang seorang perempuan yang tak di kenal ke rumah Gus Syah. Perempuan itu membawah sebuah kitab ddan memberikan sebuah kitab itu untuk Gus Syah. Lalu Gus Syah menunjukkan sebuah kitab itu kepada ayahnya. Kitab itu di buka pelan-pelan dan ketika Kyai Iman menutupnya, dengan air mata menetes sambil wajahnya mendongak ke atas. Kyai Iman menjelaskan kalau perempuan yang mendatangi Gus Syah itu adalah istri atau ibu Gus Syah yang 20 tahun lalu meninggal dunia.
Cerpen “Kiai Zumi” yang menceritakan tokoh Kiai Zumi. Kiai Zumi adalah orang yang cukup dikenal dan kerap disatroni masyarakat, walaupun dia tidak memiliki pesantren dan santri, orang-orang ikhlas membubuhkan Kiai di depan namanya. Karena masyarakat senang bertukar pikiran perihal proses hidup dan sesudah hidup dengannya. Kiai Zami tinggal di Surau, yang setiap malam rumah Pak Kiai Zami di datangi dan di kelilingi oleh puluhan ekor anjing. Warga merasa terganggu dengan kedatangan anjing-anjing itu, dan warga mengusirnya. Namun di setiap malam anjing itu datang kembali dan jumlahnya pun bertambah banyak. Para warga pun heran dan menduga. Anjing jelmaan Jin atau Malaikat kah yang selalu datang dan memutari rumah Kiai Zami itu. Suatu hari ketika selesai sholat subuh, Kiai Zami pulang ke Rahmatullah. Tengah malam kembali puluhan anjing itu berdatangan, kali ini menuju pemakaman Kiai Zumi kemudian anjing itu berkelintar mengelilingi makam itu.
Sedangkan dalam cerita cerpen “Perempuaan penungguh hujan” menceritakan tokoh yang bernama Mariyam. Mariyam bekerja sebagai penyambit rumput. Dia berjuan sendiri untuk menghidupi hidupnya sendiri setelah suaminya meninggal dunia. Mariyam menyisihkan sebagiaan hasilnya untuk mewujudkan iimpiannya yaitu membuka toko. Karena himpitan ekonomi yang sangat kurang, akhirnya Maryam terpengaruh seseorang yang menawarinya pesugihan. Mariyam pun terpengaruh dan mengasihkan uangnya agar uangnya bisa berlipat-lipat ganda. Orang itu berjanji uangnya akan berlipat ganda setelah hujan turun. Mariyam dengan setia menunggu hujan turun dari langit, sehingga dia di juluki sebagai perempuan penunggu hujan.
Komentar Saya :
Pengarang pada cerpen-cerpen di atas bebas mengekspresikan apa yang akan dibicarakan. Bahasa yang dipakai adalah gaya bahasa Indonesia sehari-hari, sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh pembaca. Cerita yang ada dalam cerpen-cerpen ini sama dengan keadaan yang sebenarnya terjadi dimasyarakat kita. Karena dalam cerpen-cerpen ini mengisahkan tentang ajaran agama. Selain itu juga menceritakan seseorang yang putus asa dengan kemiskinan, lalu seseorang itu melakukan pesugihan. Sehingga dapat menarik perhatian masyarakat untuk membacanya.
• Tema : Kebenciaan Anak Terhadap Orang Tuanya
Cerpen “ Amnesia “ (Iman Romanshah)
Cerpen “ Seorang Pembantu, Seekor Kucing, dan Sebuah Guji Yang Indah“ (A.S Sumbawi)
Sinopsis :
Kedua cerpen di atas menceritakan tentang anak yang benci kepada orang tuanya karena terlalu sibuk bekerja dan tidak ada waktu untuk anaknya, sehingga anak itu menjadi anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tuanya dan anak itu kesal kepada orang tuanya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya seperti cerita yang ada di dalam cerpen “Seorang pembantu, Seekor kucing dan Sebuah Guji Indah”. Selain itu juga menceritakan seorang anak yang benci terhadap ayahnya karena ayahnya seorang hidung belang dan meninggalkan dia dan ibunya, seperti cerita di cerpen “Amnesia”.
Cerpen “Amnesia” menceritakan cerita tokoh aku yang sangat membenci ayahnya karena meninggalkan dia dan ibunya yang sedang sakit-sakitan di rumah. Ayahnya adalah seorang hidung belang yang hanya bisa meminta uang untuk mabuk-mabukan dan main gila dengan wanita lain sedangkan ibunya di rumah yang lagi sakit-sakitan. Hal itu yang menyebabkan tokoh aku sangat benci dan ingin membunuh ayahnya, tetapi niatnya itu urung terwujudkan karena dia sampai sekarang tidak pernah ketemu ayahnya. Bahkan tokoh aku sering membunuh lelaki lain yang sifatnya seperti ayahnya yaitu seorang hidumg belang.
Sedangkan cerpen “Seorang Pembantu, Seekor kucing, dan Sebuah Guji Yang Indah” menceritakan tokoh anak remaja yang bernama Awik. Awik adalah anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Setiap hari orang tuanya sibuk dengan pekerjaanya dan pulang sampai larut malam. Sehari-hari Awik selalu bersama pembantu yang bernama Mbok Darti dan seekor kucing yang bernama Pino. Suatu hari Ibu Awik mendapat oleh-oleh sebuah guji yang indah dari pamannya, yang di beli di negeri Cina. Awik pun semakin terasingkan dengan keadaan guji itu. Ibunya ketika pulang kerja langsung duduk di depan guji itu sambil menimang-nimang guji itu tanpa memperdulikan Awik. Awik merasa kesal dan benci terhadap orang tuanya yang tidak memperdulikannya. Hanya mbok Darti dan Pino yang memperdulikan dan sayang sama Awik. Suatu ketika di dalam guji tersebut terdapat putungan-putungan rokok. Ibu langsung marah sampai menjambak dan melemparkan mbok Darti ke lantai. Ibu yang biasanya ramah dan baik, kini menjadi galak dan pemarah gara-gara guji itu. Lalu mbok Darti diusir dari rumah. Awik merasa sedih dan kehilangan orang yang peduli dan menyayangiinya. Pino juga pergi menyusul mbok Darti setelah dia menjatuhkan guji yang indah itu hingga pecah. Awik semakin membencii orang tuanya karena sudah mengusir mbok Darti.
Komentar Saya :
Cerpen-cerpen di atas itu menceritakan tentang kehidupan anak yang membenci orang tuanya. Cerita-cerita ini sedikit menggunakan kata-kata perumpamaan dan Gaya bahasa yang dipakai dalam cerpen ini adalah gaya bahasa Indonesia sehari-hari, sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh pembaca. Karakter tokoh yang ada di dalam cerpen-cerpen ini, dapat diketahui secara langsung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar