Selasa, 14 Juni 2011

SINOPSIS NOVEL CINTA DAN KEWAJIBAN

Suatu hari di desa Tihulale, Ambon ada sepasang suami isteri, Steven dan Sina dengan dua orang anaknya, Andi dan Ani. Awalnya kehidupan mereka sangat bahagia, namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Steven seorang pensiunan polri berubah menjadi seorang yang pemabuk dan sering menyakiti istrinya, Sina. Sina adalah orang yang sabar, meskipun diperlakukan layaknya binatang oleh suaminya, ia tetap menghormati suaminya bahkan hingga dia sakit batuk berkepanjangan karena sering dipukuli dadanya oleh sang suami. Andi, anak pertama telah bekerja di Jawa pada suatu Batalyon Angkatan darat. Rumah itu hanya dihuni oleh Steven, Sina, Ani, dan Dirk. Dirk adalah sebutan bagi seorang pembantu di Ambon.
Setiap hari Sina selalu memberi didikan kepada Ani agar senantiasa mendahulukan kewajiban terlebih dahulu daripada cinta. Meskipun tingkah Steven tidak baik, namun Sina selalu mengajarkan Ani agar tetap patuh dan hormat kepada ayahnya. Selama ini ada rahasia yang ingin diceritakan Sina kepada Ani, yaitu sebuah surat yang berisi kutukan dari sang nenek. Dulu Sina ingin dijodohkan, tetapi Sina lebih memilih Steven. Hal itu menyebabkan ayah Sina meninggal dan ibu Sina menanggung malu, sehingga muncul kutukan bahwa pernikahan Sina dan Steven tak akan bahagia. Steven berubah menjadi orang yang ringan tangan dan suka mabuk-mabukan.
Sakit yang diderita Sina semakin parah sehingga mengakibatkan Sina meninggal dunia. Sebelum meninggal dia menulis surat yang ditujukan kepada suami dan anaknya. Ani tak kuasa menahan tangisnya melihat ibunya sudah tak bernyawa lagi. Didalam suratnya Sina berpesan agar menyeimbangkan antara cinta dan kewajiban dan selalu menjaga ayahnya. Banyak tetangga yang datang untuk menyatakan bela sungkawa dan banyak pula yang menggunjing Steven atas perbuatannya. Sepeninggal ibunya Ani jatuh sakit dan tinggal di rumah Popi, sahabatnya. Beberapa bulan kemudian ia kembali ke rumahnya untuk menjalankan kewajibannya untuk mengembalikan sifat ayahnya yang bengis kembali menjadi sosok yang baik dan penyayang.
Dua bulan telah berlalu, Steven menikah dengan Ros. Sebenarnya Ani tidak suka memiliki ibu tiri, apalagi Ros adalah orang yang bengis dan pandai menghasut. Perilakunya terhadap Ani layaknya seorang Dirk, Ros selalu berlagak seperti ratu di rumah itu. Setelah menikah dengan Ros, tingkah laku Steven kembali seperti dulu lagi. Suka mabuk-mabukan. Tiap jam Steven dan Ros bertengkar, tidak hanya dengan mulut tapi dengan fisik. Di tengah masyarakat telah tersiar kabar bahwa Ros telah hamil terlebih dahulu sebelum menikah. Buktinya usia pernikahan mereka masih 3 bulan, tetapi usia kandungan Ros sudah hampir 7 bulan.
Setiap hari Ani mengerjakan pekerjaan rumah tangga, banyak laki-laki yang ingin meminangnya, namun hanya satu yang memikat hatinya, yaitu Bram calon guru dari Stovil (Sekolah Guru Agama Kristen). Akan tetapi tak ada seorang pun yang tahu perihal hubungan mereka. Mereka saling bertukar surat dan membuat suatu janji yang suci. Suatu hari Ani bertemu salah satu sahabatnya yang bernama Fin. Saat mereka saling bercerita, Ani dikejutkan perkataan Fin bahwa dirinya akan segera menikah dengan Bram. Fin adalah wanita pilihan ibu Bram. Akan tetapi, Bram menegaskan jika wanita yang ia cintai hanyalah Ani. Ani merasa lega mendengarnya, namun dia tak dapat langsung menikah dengan Bram demi menjaga perasaan Fin. Ani akan menikah setelah Fin bersuami.
Usia kandungan Ros telah memasuki bulan ke-9. Saat Ros akan melahirkan dia menyuruh Ani untuk memberitahu Steven. Dengan tanggap Ani memanggil dukun beranak. Sangat disayangkan, bayi yang ada dalam perut Ros dalam keadaan duduk dan terlilit usus. Bayinya tidak bisa keluar dan mati dalam kandungan. Dukun menyatakan bahwa nyawa Ros tak dapat selamat. Sebelum meninggal, Ros meminta maaf pada Steven dan Ani atas perbuatannya selama ini.
Sekarang rumah itu hanya dihuni oleh Steven dan Ani. Namun hal itu tak berlangsung lama, andi yang sudah berpangkat kopral telah pulang. Demi diceritakan Ani tentang kebaikan Popy kepada keluarganya, Andi ingin membalas budi dengan cara menikahi Popy. Mengetahui itu, Popy bukannya menolak, tetapi ia tak mau menikah bukan berdasarkan cinta. Selain itu dia hendak pergi ke Jawa untuk menjadi seorang perawat. Andi kecewa karena niatnya menikahi Popy tak dapat terlaksana. Lalu, Ani pun mengenalkan Fin kepada Andi. Meskipun Fin tak seelok Popy, Andi menyukai Fin karena sifatnya yang baik hati. Mereka pun menikah. Jurang yang memisahkan Ani dengan Bram sudah tertutup.
Kewajiban Ani tinggal satu yaitu ayahnya. Suatu hari, Ani dikejutkan oleh teriakan para warga. Ani pun langsung keluar rumah dan didapatinya kedai minuman tempat ayahnya minum-minuman keras terbakar. Steven dan satu temannya berada di dalam kedai itu. Ani mencoba menyelamatkan ayahnya, namun dihalangi oleh Bram karena api sudah terlalu besar. Setelah api berhasil dipadamkan. Mayat Steven dan temannya sudah tak dapat dikenali lagi. Sekarang Ani menjadi seorang anak yatim piatu, hanyalah Andi satu-satunya keluarga yang tersisa.
Setelah kejadian tersebut Ani menikah dengan Bram. Kemudian mereka pergi dari Ambon karena Bram bekerja di Jawa menjadi seorang guru. Rumah peninggalan orang tuanya di tempati oleh Andi dan Fin. Sebenarnya orang yang berhak menempati adalah anak terakhir, Ani, namun Ani memilih untuk pergi mengikuti suaminya karena ia tak mau selalu mengingat kejadian di rumah itu sewaktu ia masih gadis. Kedua kakak beradik itu hidup bahagia bersama pasangannya masing-masing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar